HALAMAN.XYZ

Website Kabar Berita dan Informasi Generasi XYZ

Ini Dukungan PGN atas Portfolio LNG Pertamina Grup • Petrominer

Foto bersama usai penandatanganan HoA antara PGN dengan PT Kilang Pertamina International, PT Pertamina International Shipping dan PT Badak NGL tentang Penyediaan Jasa Insftastruktur LNG untuk Refinery Unit IV Cilacap, Selasa (25/5).

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Gas, Subholding Kilang, Subholding Shipping dan PT Badak LNG bersinergi menyediakan infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG) terintegrasi untuk mendukung pengembangan bisnis kilang Pertamina di Cilacap. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Proyek ini akan menyuplai gas dengan peningkatan volume secara bertahap (ramp up) 111 MMSCFD selama 20 tahun ke Kilang Cilacap. Dilaksanakan dengan skema Small Scale Land Based Regasification Terminal dan diperkirakan membutuhkan biaya investasi (capex) sebesar US$ 151,7 juta.

Komitmen kerjasama tersebut diwujukan dalam tiga Head Of Agreement (HOA) yang ditandatangani, Selasa (25/5).

Ketiga HoA itu ditandatangani oleh Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto, bersama Direktur PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono, Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS) Erry Widiasto, serta Direktur Utama PT Badak LNG Gema Iriandus Pahalawan. Disaksikan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati serta Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono.

Kesepakatan penting dari sinergi ini meliputi tiga lingkup, yaitu antara PGN dan KPI untuk penyediaan infrastruktur LNG. Berikutnya antara PGN dan PT Badak LNG untuk penyediaan fasilitas penyimpanan dan breakbulking LNG. Lainnya, antara PGN dan PIS untuk utilisasi kapal LNG dengan skema long term time charter atau skema angkutan LNG lainnya.

Mulyono menegaskan bahwa kerjasama ini dapat menjadi milestone untuk memperkuat sinergi yang saling menguntungkan antar subholding dan holding Pertamina Grup

“Kami berharap kerja sama ini menjadi contoh bagi Subholding lain bahwa Pertamina Grup dapat bersinergi dan menghasilkan manfaat yang luar biasa,” ungkapnya.

Mulyono juga menyatakan bahwa proyek akan digunakan untuk mengembangkan market LNG retail di Jawa Tengah bagian selatan dan menghasilkan efisiensi luar biasa mencapai US$ 58,5 juta per tahun dengan pemanfaatan gas.

Kilang Cilacap, yang merupakan salah satu dari 7 unit pengolahan di Indonesia, memiliki kapasitas produksi sebesar 348.000 BSD. Kilang ini bernilai strategis karena memasok 34 persen kebutuhan BBM nasional atau 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Hal tersebut membuat Kilang Cilacap menjadi kilang dengan kapasitas terbesar di Indonesia.

“Sebagai bagian dari Holding Migas Pertamina, PGN secara penuh mendukung pengembangan bisnis Kilang Pertamina Cilacap. Proyek ini termasuk dalam prioritas proyek PGN dalam menyediakan supply chain LNG yang terintegrasi. Semoga dengan tersedianya supply chain dan infrastruktur LNG yang terintegrasi nanti dapat memenuhi kebutuhan gas di Kilang Cilacap dengan tepat biaya, mutu dan waktu,” ujar Direktur Utama PGN, M. Haryo Yunianto.

Menurut Haryo, sinergi ini menjadi bentuk dukungan PGN terhadap Pertamina Grup dalam mengelola portfolio LNG yang bisa dioptimalkan dalam rangka substitusi bahan bakar berjenis Residual Fuel Oil (FRO) menjadi bahan bakar berbasis gas.

“Proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menumbuhkan perekonomian nasional dan dapat mengurangi impor serta menekan defisit neraca migas,” tegasnya.

2021-05-26 06:51:45 © Prismono ∝ MAR.


BACA JUGA Topik Tentang EKONOMI, KAMTIBMAS, PENDIDIKAN, PERISTIWA, SOSIAL, KEBUDAYAAN, SERMONIAL, dan ANEKA HALAMAN, serta Dapatkan Info Peluang kerja dengan Gaji Rp. 1 Rupiah per detik, selengkapnya... diklik saja DiSiNi..
------ BAGIKAN - SHARE AND CARE :
Berbagi tak akan pernah Rugi,
Bagikan informasi diatas untuk belajar bersama sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.