HALAMAN.XYZ

Website Kabar Berita dan Informasi Generasi XYZ

Ada Polisi Siber, Pers Profesional Tak Perlu Khawatir

Ada Polisi Siber, Pers Profesional Tak Perlu Khawatir #Ada #Polisi #Siber #Pers #Profesional #Tak #Perlu #Khawatir dicatut tanggal
2020-12-27 23:20:49 dalam durasi 00:03:56 Menit Per second.

Rencana pemerintah RI, dan memasifkan polisi siber pada tahun 2021, mendapat izin baik dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dalam rapat evaluasi karya jurnalistik akhir tahun 2020. Keputusan pemerintah untuk mengaktifkan polisi yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. “Serangan digital memang dilematis, tetapi kami sudah memutuskan ada polisi siber,” kata Mahfud seperti dikutip Kompas.id, Sabtu (26/12/2020). “Silakan saja diaktifkan polisi siber. Kami bekerja dilindungi undang-undang pers. Polisi siber sudah lama ada, silakan diaktifkan, ”kata Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat Hendry Ch Bangun, Minggu (27/12/2020) dalam rapat evaluasi karya jurnalistik akhir tahun di Hotel Marbella, Anyer, Provinsi Banten. SMSI tidak khawatir dengan diaktifkannya polisi siber karena semua Wartawan yang bekerja di anggota media SMSI sudah mentaati undang-undang dan kode etik jurnalistik Sasaran polisi siber lebih pada media sosial yang mengumbar kata kebencian dan fitnah Pers profesional tidak akan menyebarluaskan ujaran kebencian dan fitnah Kita punya undang-undang Pers No 40 Tahun 1999, Kode Etik Jurnalistik sebagai peraturan Dewan Pers No: 03 / SK-DP / III / 2006, Pedoman Pemberitaan Media Siber sebagai peraturan Dewan Pers No: 1 / Peraturan-DP / III / 2012, dan Pedoman Pemberi taan Ramah Anak (PPRA) yang disahkan oleh Dewan Pers pada 9 Februari 2011. “Semua itu sudah dilaksanakan oleh media anggota SMSI. Tidak ada masalah, adapun masalah kontranarasi, silahkan saja. Artinya kontranarasi menyajikan informasi yang benar dan dengan media yang benar juga ”kata Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus yang hadir dalam rapat evaluasi itu. “Evaluasi akhir tahun ini penting, karena dapat dijadikan acuan perbaikan-perbaikan pada tahun 2021,” tutur Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan SMSI Pusat M. Nasir. Rapat rapat evaluasi menarik jurnalistik produksi media anggota SMSI yang relevan 1.224 media. Menurut Produk Hendry Ch Bangun yang juga Direktur Utama Siberindo.co, kualitas karya jurnalistik anggota media SMSI cukup baik, dapat ditemukan kode etik dengan jumlah yang sangat kecil, antara satu-dua saja. Pelanggaran itu antara lain ada wartawan yang memihak dan kurang berimbang dalam pemberitaan seperti ketika meliput pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu. “Masih ada yang partisan. “Saya sudah ingatkan itu. Kedepan, tidak boleh begitu. Akan dipantau hal yang begini-begini ini, ”kata Hendry. Dari sisi karya jurnalistik, masih ada yang belum standar, sekitar 5-10 persen. Dari sisi berita isi yang berlebihan jumlahnya untuk obyek berita yang sama sehingga dapat beritanya itu-itu saja. Begitu pula dalam menyajikan aktualitas berita, masih ditemukan beberapa media yang belum mampu menangkap aktualitas yang sedang dimaui pembaca. Kekurangan ini akan menjadi perhatian dalam program pendidikan dan pelatihan tahun 2021. Demikian informasi dari Serikat Media Siber Indonesia Pusat, yang trima lugas.net jaringan SMSI. #StayLugasNet [vid_tags] Rencana pemerintah RI, dan memasifkan polisi siber pada tahun 2021, mendapat izin baik dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dalam rapat evaluasi karya jurnalistik akhir tahun 2020. Keputusan pemerintah untuk mengaktifkan polisi yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. “Serangan digital memang dilematis, tetapi kami sudah memutuskan ada polisi siber,” kata Mahfud seperti dikutip Kompas.id, Sabtu (26/12/2020). “Silakan saja diaktifkan polisi siber. Kami bekerja dilindungi undang-undang pers. Polisi siber sudah lama ada, silakan diaktifkan, ”kata Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat Hendry Ch Bangun, Minggu (27/12/2020) dalam rapat evaluasi karya jurnalistik akhir tahun di Hotel Marbella, Anyer, Provinsi Banten. SMSI tidak khawatir dengan diaktifkannya polisi siber karena semua Wartawan yang bekerja di anggota media SMSI sudah mentaati undang-undang dan kode etik jurnalistik Sasaran polisi siber lebih pada media sosial yang mengumbar kata kebencian dan fitnah Pers profesional tidak akan menyebarluaskan ujaran kebencian dan fitnah Kita punya undang-undang Pers No 40 Tahun 1999, Kode Etik Jurnalistik sebagai peraturan Dewan Pers No: 03 / SK-DP / III / 2006, Pedoman Pemberitaan Media Siber sebagai peraturan Dewan Pers No: 1 / Peraturan-DP / III / 2012, dan Pedoman Pemberi taan Ramah Anak (PPRA) yang disahkan oleh Dewan Pers pada 9 Februari 2011. “Semua itu sudah dilaksanakan oleh media anggota SMSI. Tidak ada masalah, adapun masalah kontranarasi, silahkan saja. Artinya kontranarasi menyajikan informasi yang benar dan dengan media yang benar juga ”kata Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus yang hadir dalam rapat evaluasi itu. “Evaluasi akhir tahun ini penting, karena dapat dijadikan acuan perbaikan-perbaikan pada tahun 2021,” tutur Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan SMSI Pusat M. Nasir. Rapat rapat evaluasi menarik jurnalistik produksi media anggota SMSI yang relevan 1.224 media. Menurut Produk Hendry Ch Bangun yang juga Direktur Utama Siberindo.co, kualitas karya jurnalistik anggota media SMSI cukup baik, dapat ditemukan kode etik dengan jumlah yang sangat kecil, antara satu-dua saja. Pelanggaran itu antara lain ada wartawan yang memihak dan kurang berimbang dalam pemberitaan seperti ketika meliput pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu. “Masih ada yang partisan. “Saya sudah ingatkan itu. Kedepan, tidak boleh begitu. Akan dipantau hal yang begini-begini ini, ”kata Hendry. Dari sisi karya jurnalistik, masih ada yang belum standar, sekitar 5-10 persen. Dari sisi berita isi yang berlebihan jumlahnya untuk obyek berita yang sama sehingga dapat beritanya itu-itu saja. Begitu pula dalam menyajikan aktualitas berita, masih ditemukan beberapa media yang belum mampu menangkap aktualitas yang sedang dimaui pembaca. Kekurangan ini akan menjadi perhatian dalam program pendidikan dan pelatihan tahun 2021. Demikian informasi dari Serikat Media Siber Indonesia Pusat, yang trima lugas.net jaringan SMSI. #StayLugasNet © LUGAS TV


BACA JUGA Topik Tentang EKONOMI, KAMTIBMAS, PENDIDIKAN, PERISTIWA, SOSIAL, KEBUDAYAAN, SERMONIAL, dan ANEKA HALAMAN, serta Dapatkan Info Peluang kerja dengan Gaji Rp. 1 Rupiah per detik, selengkapnya... diklik saja DiSiNi..
------ BAGIKAN - SHARE AND CARE :
Berbagi tak akan pernah Rugi,
Bagikan informasi diatas untuk belajar bersama sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.